Setiap perjalananpunya titik berangkat.
Ini titik berangkat kami. Bukan yang paling gagah, bukan yang paling siap — cuma dua orang, dua ransel, dan satu arah yang sama. Terima kasih sudah ikut sejauh ini. Pelan-pelan saja.
Dua orang, dua ritme, satu jalur.
Berangkat dari arah yang berbeda, ketemu di tengah jalan, dan sejak itu tidak pernah benar-benar jalan sendiri lagi.
THE GROOM
ARGA
Arga Pratama Wibisono
Bapak Suryo Wibisono & Ibu Endah Prasetyowati
Yang selalu jalan di depan, dan berhenti tiap seratus meter untuk menunggu.
THE BRIDE
NARA
Nara Ayudia Kusuma
Bapak Hendra Kusuma & Ibu Retno Wulandari
Yang jalannya pelan, tapi tidak pernah sekalipun bilang mau turun.
Hari kami sampai puncak.
Minggu, 18 Oktober 2026
Perjalanan kami.
Tidak semua bagiannya enak dilewati. Tapi tiap kali harus memilih arah, kami memilih yang sama.
2019
Jalur pertama
Satu rombongan, dua belas orang, dan cuma dua yang jalannya sama pelannya. Turun gunung, nomor teleponnya sudah ketukar.
2021
Lewat jalan memutar
Dua tahun tanpa gunung, tanpa rencana, sesekali tanpa kabar. Ternyata bukan putus. Cuma jalurnya sedang lewat samping.
2024
Pos yang tidak ada di peta
Tahun paling berat buat berdua. Tidak ada yang bilang mau berhenti, tapi dua-duanya diam lebih lama dari biasanya. Lalu salah satu buka suara duluan.
2026
Puncak
Bukan karena jalannya sudah habis. Karena mulai sini, dua ranselnya dihitung satu.
Bermalam di sini dulu.
Tenda berdiri jam lima sore, kabut turun jam enam, dan sisa malamnya cuma kompor, kopi, dan cerita yang sudah diulang lima kali.
Yang sempat terekam.
- 01Meja pojok, jam tujuh malam, tidak ada yang berani ngomong duluan.
- 02Basecamp, lima pagi. Ransel masih terlalu berat dan kami belum tahu apa-apa.
- 03Setahun cuma lewat telepon jam sebelas malam. Tidak ada yang romantis dari jarak.
- 04Bagian yang tidak ada fotonya, karena dua-duanya sedang sibuk tidak menyerah.
- 05Kursinya kurang satu. Ibu masak kebanyakan, seperti biasa.
- 06Malam terakhir sebelum summit attack. Tidak ada yang bisa tidur.
Bagian yang paling gelapselalu yang paling dekat dengan pagi.
Berangkat jam dua pagi. Yang kelihatan cuma lima meter di depan sepatu.
Di atas 2.800 mdpltidak ada yang bisa disembunyikan.
Angin, lelah, dan siapa kamu sebenarnya. Kami sudah lewat bagian itu berdua.
Sebelum matahari naik.

01
Hujan yang tidak diminta
Sepuluh menit setelah berangkat.
02
Punggungan
Kanan jurang, kiri jurang, depan cuma kepala orang.

03
Matahari pertama
Yang bikin semua sebelumnya jadi masuk akal.
04
Sabana
Rumput setinggi lutut, angin yang tidak sopan.
05
Tinggal sedikit lagi
Kalimat paling sering dipakai dan paling jarang benar.
Geser
Kamu ikut sampai puncak?
Kabari kami, ya. Supaya kami tahu harus menyiapkan berapa tempat di hari itu.
Kalau mau menitipkan sesuatu.
Datang dan doanya sudah lebih dari cukup. Tapi kalau tetap ingin, ini tempatnya.
BANK
Bank Nusantara
1180 4457 2026
E-WALLET
Dompet Digital
0812 1810 2026
Ucapan dari sesama pendaki.
- 01
Bayu
Satu tenda sejak 2019
Gua yang masakin kalian berdua waktu itu dan sampai sekarang belum ada yang bilang terima kasih. Selamat ya. Jangan lupa ajak naik lagi.
- 02
Mbak Sari
Kakak Nara
Dari kecil kamu paling tidak bisa diam. Ternyata cuma butuh satu orang yang jalannya searah. Sehat-sehat, ya, berdua.
- 03
Tim Suwanting
Basecamp
Selamat dari kami di bawah. Kalau mau prewedding di sabana, lapor dulu. Jangan bawa kursi rotan lagi seperti rombongan kemarin.
Kami sampai.
NARA&ARGA
18.10.2026
ONE TRAIL.TWO SOULS.ONE SUMMIT.
Semua jalur membawa kami ke sini.
Terima kasih sudah jadi bagian dari perjalanan kami.
A WEDDING EXPERIENCE BY
KARTANESIA STUDIO